Sunday, December 12, 2010

Perkenalkan..." D'asto " Asisten Fotografi'ku

Terwujud juga menampilkan sosok figur kecil yang bisa buat temen hunting & belajar fotografi'ku. Aku sengaja sebut dia asisten, karena emang keberadaannya akan sangat nge'bantu proses belajarku nanti. Aku kasih nama dia " D'asto" singkatan dari "Dedi Assistant Photography",, hasil masukan salah satu sahabat nan jauh disana..(thank's masuk'an nya..:)

Terinspirasi dari salah satu figur " Danbo " yang merupakan figur yang aku yakin bukan hal asing buat para pecinta fotografi dimana pun. Sosok D'asto memiliki peranan sama seperti Danbo, sebagai salah satu alternatif model foto, disaat kita udah bingung motret apaan n dimana. Peran yang paling utama adalah ekspresi, penempatan, bahasa tubuh hingga komposisi diatur sedemikian rupa hingga menciptakan ekspresi yang kita inginkan.

D'asto berupa sosok penjelajah luar angkasa, lengkap beserta helm & tabung oksigennya, berukuran tinggi tidak lebih dari 5cm (jari kelingking orang dewasa), di peroleh di salah satu minimarket lokal yang hampir menyebar disemua tempat, harganyapun ngga semahal si Danbo yang harganya lebih dari 250rb, D'asto berupa mainan bongkar pasang yang harganya tidak lebih dari 15rb, sudah termasuk mainan bentuk pesawat yang bisa kita bentuk semau kita sesuai dengan imajinasi kita.

Berikut ini kenampakan D'asto di hari pertama bekerja sebagai asisten'ku..:)

" melihat object dari viewfinder setelah turun dari pesawat "

" Bersiap menekan tombol shutter "

" Memutar zoom & ring fokus "

" Memasang tutup lensa "

" Membersihkan debu yang menempel di lensa menggunakan kuas "

The Daily Photo

Bermaksud buat motivasi biar lebih rajin belajar motret, inysAllah mulai hari ini sekurang-kurang tiap 3-4 hari sekali bakal rajin upload foto-foto terbaru hasil aktifitas belajar motret apa adanya, tanpa editing atau olah digital, hanya penambahan signature menggunakan LR 3.3

Dimulai hari ini 12 desember, kebetulan lagi ada di rumah mertua di Jatiwangi setelah acara Aqiqah Raisha jumat kemaren, pagi pagi iseng motret bunga kamboja di depan rumah, kebetulan malemnya abis turun ujan jadi bunganya rada fresh karena masih ada sisa air hujan yang menempel.

Gear yang dipake seperti biasanya, kamera andalan Nikon D80, lensa fix 50mm F/1.8 AF-D, nikkor 35-70/3.3-4.5 D dan macro extended tube.
Beberapa hasilnya seperti berikut, semoga bisa dinikmati..





Saturday, December 11, 2010

Sebagian Sisi Lain Pulau Umang

Pulau Umang, berada di ujung barat Pulau Jawa, berdekatan dengan Taman Nasional Ujung Kulon, kurang lebih 5-6 jam perjalanan darat dari Jakarta. Kesempatan ke pulau Umang datang dari ajakan temen kantor buat bantu foto pre-wedding temen. Awalnya ragu, tapi dengan pertimbangan ini kesempatan yang bagus, apa lagi semua akomodasi udah ditanggung, tinggal modal badan sama gear, jadi diputuskan berangkat, walaupun mesti mengorbankan long weekend bareng Raisha di Jatiwangi.


Pulau umang terkenal dengan keindahan pasir putih dan panorama bawah laut yang indah, cuma sayang cuaca pada saat kita ke sana kurang mendukung. Mulai perjalanan malam dari Jakarta sampai hari ke dua kita di Umang, hujan dan awan mendung ngga pernah berajak pergi dari wilayah sekitar pulau, akhirnya sunrise dan sunset yang jadi incaran utama cuma sekedar impian. Tapi disela-sela photo session  saya berhasil mengabadikan beberapa spot yang menggambarkan sisi lain pulau Umang. Mulai dari foto wild life seekor biawak berukuran cukup besar yang berjemur di atas batu karang, gedung serba guna Umang Cottage yang merupakan salah satu icon Umang, sampai permainan slow speed  diantara deburan ombak dan batu karang di hamparan pasir putih.


 Cuaca mendung sebenernya hal yang paling tidak menyenangkan selama di Umang, filter CPL yang sengaja dibeli sehari sebelum berangkat tidak bisa bekerja maksimal, soalnya warna biru langit tertutup sama warna kelabu awan mendung yang cukup tebal. Permainan slow speed menjadi satu satunya pilihan buat menghasilkan foto landscape yang cukup menarik.






Kurang puas dengan sajian pesona Pulau Umang yang seolah sengaja ditutupi selama perjalanan 2 hari 1 malam kita disana menumbuhkan tekad buat menyusun rencana ke sana lagi di saat dan musim yang tepat, apalagi Pulau Ora yang bersebelahan dengan Pulau Umang juga belum terjamah D80 kesayangan'ku, semoga lain waktu cuaca mendukung perjalanan kita kesana lagi, insyAllah kita kan kesana bareng bunda sama Raisha saat umur'nya cukup buat bermain pasir disana..